Apa Itu Tax Ratio?

Tax Ratio Indonesia Tahun 2005-2015

Rasio Pajak atau Tax Ratio negara Indonesia saat ini masih cukup tertinggal dibanding dengan Rasio Pajak di beberapa negara tetangga, bahkan Rasio Pajak di Indonesia tergolong sangat rendah jika dibandingkan dengan rasio pajak di negara-negara maju.

Rasio Pajak di Indonesia hanya berada dalam kisaran 11%-13% dalam sepuluh tahun terakhir ini . Sementara, rata-rata di negara maju mencapai sekitar 24% dan di negara berpendapatan menengah lainnya berkisar 16%-18%.

Lantas apa itu Rasio Pajak?

Rasio Pajak merupakan suatu ukuran kinerja penerimaan pajak dalam suatu negara. Namun, dari berbagai literature, Rasio Pajak bukanlah satu-satunya indikator yang digunakan dalam mengukur kinerja pajak.

Walaupun demikian, hingga saat ini Rasio Pajak menjadi ukuran yang dianggap memberi gambaran umum atas kondisi perpajakan di suatu negara.

Adapun definisi secara sederhana dari Rasio Pajak adalah perbandingan antara penerimaan pajak yang dikumpulkan pada suatu masa dengan Produk Domestik Bruto (PDB) di masa yang sama.

Produk Domestik Bruto (PDB) adalah total nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh perekonomian suatu negara, dikurangi nilai barang dan jasa yang digunakan dalam produksi.

Produk Domestik Bruto (PDB) meliputi belanja konsumen, pengeluaran pemerintah, investasi dan ekspor bersih (ekspor dikurangi impor).

Training Terkait: Training Pajak

Rasio Pajak atau Tax Ratio = Jumlah Penerimaan Pajak/Produk Domestik Bruto (PDB)

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat Tax Ratio, antara lain:

  • Faktor-faktor yang bersifat makro: di antaranya adalah tarif pajak, tingkat pendapatan per kapita dan tingkat optimalisasi tata laksana pemerintahan yang baik.
  • Faktor-faktor yang bersifat mikro: di antaranya adalah tingkat kepatuhan Wajib Pajak, komitmen dan koordinasi antar-lembaga negara serta kesamaan persepsi antara Wajib Pajak dan petugas pajak.

Angka Tax Ratio digunakan untuk mengukur optimalisasi kapasitas administrasi perpajakan di suatu negara dalam rangka menghimpun penerimaan pajak di suatu negara.

Terkait dengan penerimaan pajak dalam rangka menghitung Tax Ratio, suatu negara mungkin saja hanya memasukkan unsur penerimaan pajak pusat saja. Namun, ada pula negara yang memasukkan unsur penerimaan pajak pusat dan pajak daerah.

Ada pula negara yang memasukkan unsur penerimaan pajak pusat, pajak daerah dan penerimaan Sumber Daya Alam (SDA).

Dalam mengukur Tax Ratio, pada umumnya Indonesia hanya memasukkan unsur penerimaan pajak pusat saja, yakni pajak-pajak yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak .

Perbedaan dalam pengakuan penerimaan pajak yang dijadikan dasar pembagian itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Tax Ratio di Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.


Category: Artikel Pajak

Tags: , , ,