Pengertian Intelijen Kompetitif 

Merupakan pertanyaan yang sering terngiang dibenak para pengambil keputusan, apakah perlu/sudah saatnya melakukan intelijen kompetitif dan bagaimanakah relevansinya dengan tugas dan kebutuhan strategis lembaga/perusahaan kita? Banyak yang sudah merasa mapan atau berada dalam organisasi yang “rentan” dengan perubahan, sehingga menurut mereka intelijen kompetitif kurang perlu atau sudah dilakukan secara tidak sadar sehingga tidak perlu lagi ada terobosan-terobosan baru, hal ini sangat dimungkinkan terjadi di banyak perusahaan terlebih di institusi monopolistik, yang seolah kurang “sensitive” dengan berbagai perubahan dan tuntutan persaingan di era hypercompetition saat ini.

Intelijen Kompetitif

Banyak perusahaan dan organisasi yang mengumpulkan massive information dan mereka menganggap telah melakukan praktek intelijen kompetitif. Ini merupakan anggapan yang sama sekali tidak benar. Perlu digaris bawahi bahwa informasi dan intelijen itu sesuatu hal yang berbeda, hal ini telah diuraikan pada bab sebelumnya.

Informasi adalah kumpulan fakta. Informasi dapat berupa data kualitatif (curiculum vitae, portofolio dan lain-lain) maupun data kuantitatif (hasil formulasi, angka, statistik). Sedangkan intelijen adalah sekumpulan informasi yang berkaitan pada suatu atau beberapa tujuan dimana informasi tersebut telah diekstrak, disaring dan dianalisis. Ini merupakan bentuk dari intelijen dan dapat dilakukan tindakan lebih lanjut berkenaan dengan tujuannya.

Dari uraian diatas tampak bahwa Intelijen Kompetitif dan Intelijen Bisnis memiliki peran dalam mendukung keputusan, namun intelijen kompetitif dapat juga memecahkan bebagai permasalahan yang lain. Apa saja persoalan itu bisa dirumut pada uraian-uraian dibawah ini

Manfaat dan Strategi Intelijen Kompetitif

Memahami Lingkungan Bisnis dengan Lebih Baik

Manfaat dan Strategi Intelijen Kompetitif dan bisnis

Pemahaman lingkungan merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan atau organisasi. Lingkungan bisnis bisa berupa kecenderungan-kecenderungan perilaku konsumen, pasar secara umum, supplier dan hal-hal yang mempengaruhi bisnis. Tanpa adanya pemahaman yang baik maka kerugian kerugian yang besar pasti akan terjadi pada suatu saat. Sebagai ilustrasi bisa dilihat pada perusahaan mobil jepang yang pandai memahami lingkungan bisnis mereka di Amerika. Tahun 1970 perusahaan mobil jepang membaca adanya perubahan pasar.

Harga bisnis yang meningkat dan demografi penduduk yang memperlihatkan bahwa keluarga-keluarga Amerika berubah pola ke bentuk keluarga kecil, membuat wajah pasar berubah. Mereka mengarah pada keinginan mempunyai mobil yang hemat dan kualitas yang lebih baik. Kualitas dalam benak mereka bukan hanya mobil dengan kekuatan besar namun juga nyaman, aman, lebih kecil dan “manis” bentuknya. Melihat perkembangan lingkungan bisnis seperti ini maka perusahaan-perusahaan mobil Jepang pun menanggapinya dan ini menjadi salah satu faktor keberhasilan Jepang dalam merebut pasar mobil di Amerika.

Memahami lingkungan bisnis dilakukan juga dengan mengamati momentum (timing), serta observasi berbagai inovasi yang terjadi di dunia lain (misalnya melalui patent), demikian juga regulasi international serta kejelian dan kreatifitas dalam mengemas informasi/produk lain menjadi produk baru yang jauh lebih optimal dari sisi kualitas maupun harga, rantai transformasi yang demikian itu telah mengantarkan kekuatan Jepang delam bidang industri dan ekonomi, suatu contoh inovasi Jepang dalam bidang kamera meupun kendaraan roda empat.

Pertanyaan “apakah Jepang melakukan inovasi atau imitasi” dalam kegiatannya ?”, ternyata yang dilakukan Jepang bukan keduanya, melainkan intelijen kompetitif. Kemajuan Jepang dewasa ini menjadi pemicu dan motto kenapa dan bagaimana intelijan kompetitif itu dilakukan di negara-negara Eropa khususnya Prancis.

Memahami dan Mengantisipasi Strategi Bisnis Pesaing

Memahami dan Mengantisipasi Strategi Bisnis Pesaing

Pada kondisi yang hyper-competition seperti sekarang ini diperlukan sesuatu hal yang mampu memberikan peringatan dini (early warning). Early warning merupakan andalan bagi banyak perusahaan besar agar pangsa pasar yang telah mereka kuasai tidak diambil alih oleh perusahaan pesaingnya.

Sebagai contoh perusahaan Bell Atlantic Mobile Systems secara teratur memantau daerah penetrasi telepon selularnya dengan unit mobil bergerak. Unit ini akan mendeteksi sinyal percakapan (bukan percakapannya itu sendiri dan ini merupakan pertimbangan etis dan legal dari kompetitif intelijen) dari menara pesaingannya. Dengan cara Bell Atlantic Mobile Systems memantau apakah pesaingannya telah menyalakan saluran tambahan, penyalaan saluran tambahan ini mengindikasikan adanya perluasan. Apabila saluran tambahan ini telah diaktifkan maka Bell Atlantic Mobile Systems harus menanggapi denga strategi mereka sendiri apakah mengaktifkan saluran tambahan juga sehingga pelanggannya tidak akan dikuasai oleh pesaingnya.

Dari uraian diatas tampak bahwa sistem peringatan dini merupakan hal yang sangat penting. Seringkali perusahaan atau organisasi terlambat menyadari dan melakukan tindakan antisipasi yang kurang efektif.

Meramalkan Kesempatan dan Ancaman Terhadap Perusahaan / Organisasi

Meramalkan Kesempatan dan Ancaman Terhadap Perusahaan

Seorang analis strategi dan bisnis pasti sudah mafhum bahwa selalu ada peluang-peluang baru yang bisa dimanfaatkan dan juga selalu ada ancaman bagi kelangsungan hidup perusahaan. Peluang dan ancaman tersebut bisa dikenali dengan intelijen kompetitif. Sebagai ilustrasi adalah ketika sebuah perusahaan memasuki bisnis baru. Sebagai contoh adalah seorang arsitek maritim Jepang yang biasa merancang kapal tanker minyak dan ditawari merancang sebuah kapal pesiar. Ini merupakan peluang dan harus dimanfaatkan dengan baik, tapi yang jadi masalah adalah bagaimana?

Perancangan tersebut dan dua orang perancang lainnya melakukan penjelajahan keseluruh dunia dengan kapal pesiar mewah. Mereka mengambil foto-foto baik dari kondisi fisik kapal sampai hal-hal detail namun penting. Sebagai mana mereka mengambil foto persiapan makan malam di kapal pesiar. Mereka mengambil informasi tentang kegiatan orang-orang di kapal pesiar, berapa yang jalan-jalan, berapa yang dansa, dan berapa yang bersantai di geladak. Setiap detail mereka tangkap dan setelahnya memasukkan data ke komputer untuk kemudian dianalisa. Dengan berpesiar secara intelijen kompetitif mereka bisa merancang Crystal Harmony yang merupakan versi 49.000 ton dari Queen Elizabeth 2. Suatu prestasi yang luar biasa bukan.

Bagaimana dengan ancaman Intelijen Kompetitif dan Intelijen Bisnis ? Uraian dibawah ini akan menjawabnya untuk Anda. Hampir semua perusahaan ataupun organisasi sepakat bahwa manusia adakah intangible assets yang sangat berharga. Karena bagitu berharganya maka akan terjadi kerugian yang sangat besar, baik secara meteri maupun informasi, jika manusia-manusia bersumber daya tersebut diakuisisi oleh perusahaan pesaing. AT&T menggunakan intelijen kompetitif untuk mencegah hal tersebut terjadi. Mereka melacak sepuluh perusahaan yang mendapat perhatian paling banyak dari karyawan. Biasanya mereka adalah pesaing-pesaing lama walau tidak selalu demikian. Mereka melakukan studi mengapa karyawan AT&T memperhatikannya dan melakukan tindakan antisipatif. Selain mengantisipasi akuisisi karyawan sistem ini juga mampu memberi peringatan dini kepada AT&T tentang kagiatan potensial perusahaan tersebut jauh sebelum analis di Wall Street Journal mengulasnya. Cukup menarik bukan?

Mengantisipasi Riset yang Dilakukan oleh Pesaing dan Proses-Proses Baru yang Mempengaruhi Bisnis

Melakukan riset dan pengembangan adalah keharusan bagi perusahaan yang ingin survive. Masalahnya berapa lama anda akan melakukan riset dan yakinkan anda tidak ada terobosan baru sehingga perusahaan lain akan mendahului riset anda. Sebagai contoh ekstrem adalah industri farmasi. Industri ini menghadapi tantangan untuk terus mengembangkan produk obat-obatan mereka. Riset ini membutuhkan waktu yang lama, sepuluh sampai lima belas tahun, dan menghabiskan biaya penelitian dan pengembangan yang tinggi.

Seorang Pat Bryant, manajer intelijen kompetitif Marion Merrel Dow, melakukan pemantauan kemajuan pesaing secara terus menerus melalui arsip publik di Food and Drug Administration, jurnal penelitian dan diberbagai informasi publik yang tersedia. Dengan cara ini intelijen kompetitif membantu membuat keputusan apakah melanjutkan riset, menambah suber daya atau menghentikan program karena dipandang tidak ekonomis dan ketinggalan jaman.

Mempelajari Perubahan Politik, Legislatif atau Peraturan-Peraturan Pemerintah yang Berpengaruh Terhadap Bisnis

Keputusan-keputusan yang dilakukan pemerintah disuatu negara akan berdampak serius bagi kelangsungan bisnis perusahaan. Sebagai contoh kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia di bidang bea cukai mengenai kebijakan impor. Salah satu yang kena dampaknya adalah telepon selular. Ini dialami oleh penulis sendiri, ketika ingin membeli telepon selular merk siemens seri ME45. Ternyata di pasa terjadi kekosongan telepon selular dengan spesifikasi tersebut diatas, kekosongan tidak hanya terjadi di kota-kota kecil tetapi juga di kota-kota besar. Ini merupakan contoh kegagalan sebuah perusahaan sebesar Siemens mengantisipasi perubahan kebijakan pemerintah suatu negara.

Contoh yang berhasil adalah Samsung. Pada suatu hari seorang karyawan Samsung yang berada di Los Angeles membaca berita di koran bahwa salah satu pabrik gitar di Amerika akan tutup. Setelah dirunut ternyata tutupnya perusahaan gitar Amerika tersebut dikarenakan mereka kalah dengan gitar produk impor dari Korea. Karyawan tersebut kemudian mengirimkan informasi tersebut ke Seoul yang kemudian dilakukan analisa lebih lanjut.

Melalui analisa, Seoul mengetahui bahwa gitar adalah lambang kebebasan dan jiwa Amerika. Ini dapat diidentikan dengan hilangnya koboi. Para analis intelijen Samsung mengambil kesimpulan akan ada serangan balik dari Kongres terhadap gitar impor. Serangan balik yang mungkin adalah Amerika menaikkan tarif yang lebih tinggi untuk melindungi gitar komoditas lokal dan semua yang jadi perlambang Amerika.

Samsung ambil tindakan untuk mengantisipasinya. Samsung mengirim semua gitar yang terjangkau ke gudang-gudang Amerika dan menimbunnya. Tepat seperti yang diduga, Kongres menaikkan tarif terhadap gitar impor. Tetapi Samsung telah mempunyai persediaan yang cukup banyak dan berhasil meraup keuntungan bahkan setelah tarif-tarif baru diterapkan. Samsung telah mengambil hati konsumen Amerika.

Membantu Dalam Proses Akuisisi

Membantu Dalam Proses Akuisisi

Akuisisi dan merger merupakan trend yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk menjaga pasar mereka. Namun akuisisi bukan tanpa resiko, kesalahan dalam akuisisi akan mengakibatkan perusahaan memasukkan parasit kedalam tubuhnya. Sebagai ilustrasi adalah perusahaan 3M United Kingdom PLC. 3M sedang mengamati sebuah perusahaan yang mungkin akan diakuisisi dikarenakan telah menggerogoti pangsa pasar salah satu jalur produk 3M. Perusahaan tersebut terus berkembang dan memperbesar pangsa pasarnya.

Hanya sedikit sekali yang diketahui 3M tentang perusahaan tersebut. Dan intelijen 3M ditugaskan untuk memata-matainya. Intelijen mengumpulkan berbagai informasi dan berkesimpulan bahwa perusahaan tersebut tidak mempunyai kemampuan produksi seperti yang merka katakan. Mereka memproduksi di daerah Timur Jauh sehingga biayanya sangat murah, dan mereka tidak mempunyai satupun fasilitas di Eropa. Terlebih lagi perusahaan tersebut menggunakan strategi harga untuk merebut pasar, padahal dengan strategi ini mereka hanya mendapatkan keuntungan yang sangat kecil.

Satuan intelijen 3M mengambil kesimpulan bahwa perusahaan itu saat ini merupakan ancaman namun akan segera lenyap. Rekomendasinya adalah 3M tidak jadi mengakuisisi perusahaan tersebut. Mike Meurisse, seorang dari 3M United Kingdom PLC, berkomentar bahwa Intelijen Kompetitif telah menyelamatkan 3M dari membeli perusahaan yang salah.

Melakukan Validasi Terhadap Rumor-Rumor Industri yang Dihembuskan

Melakukan Validasi

Menjalankan bisnis tanpa memasang mata dan telinga ke para pesaing merupakan hal yang susah dilakukan. Anda seharusnya khawatir apabila anda mampu melewati satu minggu atau bahkan satu bulan tanpa pengetahuan apapun tentang apa yang terjadi di lingkungan bisnis Anda, apakah itu yang ada di koran, majalah, iklan ataupun rumor yang sedang mengemuka.
Dewasa ini hampir tidak mungkin menafikan informasi tentang hal-hal tersebut diatas dan sangat mudah bagi kita mengalami kelebihan informasi (hyper-information). Informasi ada di mana-mana, berusaha mendapatkan dan mengetahui semua informasi akan membuat bisnis Anda lumpuh secara efektif.

Untuk itulah intelijen kompetitif hadir, intelijen akan mengubah fokus anda dari informasi menuju ke intelijen. Buddha mengajarkan sesuatu yang menarik yaitu “ Jangan percaya begitu saja apapun karena kamu telah mendengarnya. Jangan percara begitu saja karena suatu hal dibicarakan dan dirumorkan oleh banyak orang. Jangan percaya begitu saja sesuatu hal karena telah tertulis dalam kitab suci. Jangan percara sesuatu yang hanya boleh diketahui oleh guru-gurumu dan tetuamu. Jangan percaya pada tradisi hanya karena telah dilakukan oleh banyak genarasi sebelum kamu. Tetapi setelah melakukan observasi dan analisis, jika kamu menemukan yang sesuai dengan kebaikan dan bermanfaat maka terima dan hiduplah dengannya.”
Faktor Kegagalan intelijen kompetitif

Setelah mengetahui banyaknya manfaat yang bisa diberikan oleh intelijen kompetitif maka berlomba-lombalah mereka menerapkannya. Namun banyak diantaranya yang gagal. Kegagalan tersebut bukan dikarenakan kesalahan intelijens namun lebih dikarenakan mereka menerapkan intelijen kompetitif, yang merupakan sesuatu konsep yang baru, dengan paradigma lama. Adapun paradigma-paradigma lama yang harus dihindari ketika menerapkan intelijen kompetitif adalah:

  • Intelijen kompetitif sama dengan spionase industri.
  • Intelijen kompetitif dianggap sama dengan riset pasar, sehingga mereka menganggap telah menjalankan praktek intelijen
  • kompetitif karena mereka telah melakukan riset pasar.
  • Intelijen kompetitif terbatas kepada pemanfaatan software canggih untuk menambang data.
  • Intelijen kompetitif sama saja dengan melakukan surfing di internet dan membaca berita-berita ekonomi.
  • Perusahaan yang sudah mapan kurang menaruh perhatian karena merasa sudah aman.
  • Intelijen kompetitif membutuhkan biaya yang besar dan teknologi informasi yang canggih.
  • Tekann ekonomi membuat pandangan terhadap data-data teknis kurang diperhatikan. Hal ini membuat intelijen yang membutuhkan berbagai data menjadi timpang pada satu sisi.
  • Intelijen kompetitif terlepas dari critical success factor perusahaan/lembaga, akibatnya informasi yang dihasilkan bisa dianggap tidak terlalu penting atau bukan prioritas.
  • Intelijen kompetitif dianggap sama dengan rumor-rumor yang beredar, atau data/informasi rahasia yang langsung di dengar dari pihak tertentu.
  • Intelijen kompetitif kurang melibatkan perhatian dan dukungan penuh dan berkelanjutan dari pimpinan puncak perusahaan (CEO) atau top decision maker.
  • Intelijen kompetitif adalah urusan orang-orang IT atau Insinyur yang spesifik.
  • Intelijen kompetitif dianggap kurang relevan dengan budaya, psikologi dan strategi vision.
  • Intelijen kompetitif adalah aktivitas tertutup suatu organisasi dan tidak berhubungan langsung dengan dunia luar.
  • Intelijen kompetitif adalah urusan-urusan militer atau politik.

Diatas adalah beberapa contoh kemungkinan faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan penerapan intelijen kompetitif dalam suatu organisasi, tentu banyak faktor lain yang tidak tertulis dalam daftar diatas, namun demikian hal-hal diatas adalah yang kerap muncul dari hasil audit intelijen untuk mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan dari suatu penerapan intelijen kompetitif.

Dengan demikian bagaimana idealnya untuk membangun system intelijen kompetitif dalam perusahaan / lembaga? Jawaban atas pertanyaan ini dapat anda simak di artikel kami selanjutnya.  Merancang Sistem Intelijen Kompetitif

Sumber : COMPETITIVE INTELLIGENCE 
Piranti Strategi Memenangkan Persaingan Global

Penulis:

Taryanto
A. Farid Aulia, PhD
Kadarsah Suryadi, PhD
Taridi, MBA

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG