Budaya Organisasi  Teori Sentral : MSDM

Kita semua tahu bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan roda penggerak dinamika organisasi, sebaik apapun Sumber Daya Alam (SDA) yang dikekola, hasil yang didapat akan menjadi buruk apabila tidak dikelola dengan maksimal oleh SDM yang terkait didalamnya. Mengingat peran penting SDM bagi perusahaan maka pihak manajemen tentunya tidak bisa mengesampingkan peran SDM ini.

Budaya Organisasi sebagai Kebutuhan

SDM merupakan kekuatan sentral yang bisa meningkatkan kinerja perusahaan, kinerja perusahaan merupakan gabungan dari kinerja personal karyawannya. Kinerja karyawan yang merupakan hasil olah pikir dan tenaga dari seorang karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, dapat berwujud dilihat, dihitung jumlahnya, akan tetapi dalam banyak hal hasil olah pikiran dan tenaga tidak dapat dihitung dan dilihat, seperti ide-ide pemecahan suatu persoalan, inovasi baru suatu produk  barang  atau  jasa, bisa  juga  merupakan penemuan atas prosedur kerja yang lebih efisien.

Keberhasilan dengan meningkatkannya kinerja karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan hanya dapat dicapai melalui perubahan budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan oleh Manajemen SDM (MSDM).

Budaya tersebut merupakan mekanisme pembuat makna dan kendali pembentuk sikap serta perilaku pegawai, terutama karena menyangkut aspek kinerja pegawai, maka sangat diperlukan adanya untuk membuktikan bahwa budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai ataukah sekedar praduga belaka dan teoritis organisasi.

Tanpa adaanya budaya organisasi, seorang pegawai cenderung merasa segan untuk melaksanakan suatu tugas dengan baik apapun statusnya dalam organisasi tersebut, karena kurangnya kesepakatan komitmen yang tegas. Budaya organisasi sebagai pendorong komitmen organisasi pegawai merupakan faktor penting agar dapat menjalankan tugas secara optimal sehingga kinerja pegawai tinggi.

Sesuai dengan konteks pemberdayaan sumber daya manusia, agar menghasilkan karyawan yang profesional dengan integritas yang tinggi, diperlukan adanya acuan baku yang diberlakukan oleh suatu organisasi. Acuan baku tersebut adalah budaya organisasi yang secara sistematis menuntun karyawan untuk meningkatkan komitmen kerjanya bagi organisasi.

Permasalahan yang ada

Sebenarnya apa sih budaya organisasi

Fenomena yang terjadi pada akhir-akhir ini adalah kecenderungan dunia bisnis diarahkan pada omset yang lebih banyak, sehingga mengecilkan peran budaya organisasi dan mengakibatkan penurunan kinerja karyawan. Akibatnya terjadi masalah, seperti : tidak disiplinnya karyawan untuk bekerja, ketakutan pada atasan, kepercayaan & moral yang buruk, lingkungan kerja otoriter, tidak kompeten

Sebenarnya apa sih budaya organisasi?

Suatu sistem yang dilakukan secara bersama-sama yang diyakini sebagai acuan, norma-norma, nilai-nilai dan tatacara yang dijadikan rujukan semua SDM yang terlibat dalam organisasi tersebut untuk menghasilkan kinerja karyawan yang tinggi agar target perusahaan dapat tercapai.

Apa saja Fungsinya?

Fungsi nya adalah sebagai identitas organisasi yang menjadi ciri khas yang membedakan dengan organisasi yang lain, sehingga perusahaan mampu membuat karyawan bangga menjadi bagian dari perusahaan. Budaya organisasi juga berfungsi membuat lingkungan yang positif, karyawan dapat mengelola konflik & perubahan secara efektif sehingga dapat meningkatkan rasa tanggungjawab, kebebasan & kemerdekaan dalam berpendapat. Fungsi positif budaya organisasi dapat dijadikan warisan bagi generasi berikutnya yang telibat dan menjadi bagian dari perusahaan.

Apa saja Faktor penting yang mempengaruhinya?

Faktor penting yang mempengaruhi budaya organisasi adalah : interaksi karyawan yang dapat diamati; standar perilaku yang ada; nilai-nilai yang dianut bersama; keyakinan organisasi dalam memperlakukan pelanggan & karyawan; pedoman yang kuat; dan perasaan yang digambarkan & disampaikan oleh karyawan

Apa saja indikator penilaiannya?

Pengukuran terhadap budaya organisasi dapat dinilai berdasarkan : bagaimana tingkat inisiatif individual karyawan; bagaimana karyawan bisa bertoleransi terhadap resiko; bagaimana perusahaan memberikan arahan yang jelas & menetapkan standar kinerja; bagaimana karyawan saling berkoordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan; bagaimana figur atasan yang bisa berkomunikasi dengan jelas, memberi bantuan & dukungan terhadap bawahannya; bagaimana atasan dapat mengawasi perilaku bawahan; bagaimana karyawan merasa bangga dengan menunjukan identitasnya sebagai bagian dari perusahaan; bagaimana perusahaan memberikan reward pada karyawan yang berprestasi; bagaimana karyawan dapat mengatasi konflik dan kritikan secara terbuka; dan bagaimana komunikasi vertikal maupun horizontal dapat diterapkan di perusahaan.

Hal-hal tersebut di atas membuktikan bahwa budaya organisasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja untuk menciptakan daya saing yang diperlukan. Jadi budaya organisasi yang dapat mendorong kinerja adalah suatu kebutuhan.

Penulis : Novia N Andriani