BI Targetkan Penggunaan Rupiah di Ekspor-Impor Terus Meningkat

Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan kerangka penyelesaian mata uang lokal (local currency settlement framework) dengan Bank Sentral Thailand dan Malaysia pada Senin (11/12/2017).

Dengan adanya fasilitas baru ini, diharapkan mampu mengurangi gejolak mata uang masing-masing negara dari pengaruh dolar Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengungkapkan bahwa saat ini kegiatan ekspor dunia usaha di Tanah air sekitar 94 persen masih menggunakan mata uang dolar AS, sedangkan untuk kegiatan transaksi impor masih ada sekitar 78 persen yang menggunakan dolar AS tersebut.

Jika dilihat dari nilai perdagangan Indoensia dengan dua negara, dengan Malaysia, dari tahun 2010-2016 setidaknya sudah mencapai US$ 19,5 miliar dan dengan Thailand sudah mencapai US$ 15 miliar.

“Jadi kita harapkan 3-5 tahun yang akan datang jumlah transaksi yang menggunakan mata uang lokal dalam bertransaksi antar ke tiga negara bisa naik 3 kali lipat,” ungkap Agus di Gedung BI, Selasa (12/12/2017).

Agus menjelaskan, mencermati dari neraca transaksi perdagangan dengan Thailand dan Malaysia, saat ini memiliki posisi yang berbeda.

Neraca transaksi perdagangan dengan dengan Thailand, menurutnya masih defisit. Dengan kata lain Indonesia lebih banyak impor produk sari Thailand daripada Indonesia mengekspor dari Thailand.

Sedangkan, neraca transaksi perdagangan dengan dengan dengan Malaysia, justru Indonesia mengalami surplus, dimana lebih banyak Indonesia ekspor ke Malaysia dari pada impornya.

“Dengan kata lain, kalau dengan Malaysia ini seharusnya kalau transaksi menggunakan mata uang lokal, kita bisa mendapat lebih banyak devisa valas,” terangnya.

Tidak hanya itu, dengan semakin banyaknya pengusaha yang menggunakan fasilitas local currency settlement framework ini, nantinya stabilitas kawasan Asean juga lebih terjaga dari sentimen AS.

Dengan begitu, saat ini ada tiga negara yang menjadi mitra Indonesia dalam penerapan local currency settlement ini. Selain kerjasama dengan Malaysia dan Thailand, Indonesia terlebih dahulu menjalin kerjasama dengan Tiongkok.

“Tentunya kita akan tambah kerjasama ini dengan negara lain. Kita sedang lihat 10 besar negara mitra dagang Indonesia,” tutupnya.

Sumber : liputan6.com


Category: Ekspor Impor

Tags: , , , ,