Pemerintah Batasi Impor Tembakau

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mensyaratkan adanya rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengeluarkan surat persetujuan impor.

Bukan hanya membatasi produksi rokok dan menaikkan cukainya, pemerintah juga bakal membatasi impor bahan baku rokok yakni tembakau di tahun depan. Pembatasan ini terjadi seiring dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 84 tahun 2017 tentang Ketentuan Impor Tembakau.

Dalam beleid yang ditandatangani pada tanggal 2 November 2017 ini, pemerintah mensyaratkan adanya rekomendasi impor dari Kementan, sebelum izin impor tembakau itu dikeluarkan oleh Kemendag.

“Tata niaga impor diatur berdasarkan rekomendasi dari Kementan,” kata Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag pada akhir pekan lalu.

Oke mengungkapkan bahwa Kemendag mensyaratkan rekomendasi impor dari Kementan untuk mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI). Hal ini dilakukan agar industri rokok mau menyerap tembakau domestic.

Menurut Oke, nantinya Kementan akan mengatur beberapa persentase tembakau yang wajib diserap industri rokok dalam negeri sebagai syarat pengajuan impor.

Agar aturan ini makin bertaji, Kemendag mengancam akan memberikan sanksi kepada industri rokok yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan tersebut.

Dalam Permendag, sanksi mulai dari pembekuan sampai pencabutan izin impor. Sanksi juga bisa diberikan jika industri tidak menyerap tembakau lokal, termasuk jika tidak jujur dalam menyampaikan data impor.

Maka dari itu, importir wajib untuk melaporkan realisasi pelaksanaan impor paling lambat tanggal 15 setiap bulan berikutnya setelah impor terlaksana. Tetapi, izin akan dapat kembali diaktifkan setelah importir memberikan laporan pelaksanaan impor paling lambat dua hari setelah izin dibekukan.

Kemendag beralasan, pembatasan izin impor tembakau dilakukan karena impor tembakau tiap tahun cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada semester – I 2017, impor tembakau mencapai 50.700 ton atau senilai US$ 252,6 juta.

Impor tembakau tahun 2017 ini naik secara signifikan yakni 34,84% dibandingkan periode sama di tahun 2016 lalu yang 37.600 ton atau senilai US$ 241,6 juta.

Dalam Permendag, pembatasan impor dilakukan bagi beberapa jenis tembakau. Jenis tembakau yang dilarang masuk ke Tanah Air adalah tembakau bertangkai atau bertulang daun, tidak bertangkai atau bertulang daun, hingga sisa tembakau. Sedangkan tembakau jenis Virginia, oriental, dan burley adalah jenis yang dibatasi.

Sumber: Harian Kontan


Category: Ekspor Impor

Tags: , , , , ,