Sri Mulyani Rela Pakai Mobil Biasa agar Pegawai DJP Tak Silau Alphard

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta agar seluruh pegawai di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), termasuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP), supaya tidak mudah tergoda dengan iming-iming dari para wajib pajak.

“Jangan mudah silau dengan mobil Alphard,” ujar Sri Mulyani saat Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di Kantor Pusat DJP, hari ini (06/12/2017).

Sri Mulyani mengaku siap untuk memberi contoh kepada bawahannya agar tidak menggunakan fasilitas mewah dari negara yang menjadi haknya sebagai pimpinan di Kemenkeu.

“Kalau saya harus membuat Anda semua tidak silau Alphard, saya rela Kemenkeu tidak usah kasih saya Alphard. Saya dikasih mobil biasa, mobil rakyat, i’m fine, tidak apa. Saya senang bisa memberi contoh kepada Anda,” terangnya.

Sri Mulyani sempat menceritakan pengalamannya bersama sang suami saat hendak membeli mobil yang pertama kali.

“Dulu saya ditanyain sama suami mau beli mobil apa saat kami punya uang agak lumayan. Lalu saya cuma bilang, nggelinding dan dingin. Saya tidak butuh mereka apa, yang penting bisa nggelinding dan dingin,” Sri Mulyani menceritakan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan bahwa pegawai pajak bisa membeli mobil dengan tunjangan kinerja yang diperolehnya. Sebab, pemerintah terus melakukan reformasi memperbaiki insentif maupun tunjangan pegawai pajak sejak 10 tahun lalu.

“Tunjangan kinerja DJP sudah mulai bikin iri. Tapi gampang kalau mau mah ketemu wajib pajak bisa dapat 10 kali lipat. Orang pajak mau cari berapa saja bisa, karena selalu ada yang senang hari mem-bright Anda. Pegang 1 wajib pajak dengan kewajiban pajak Rp 16 miliar, wajib pajak senang kalau diturunkan jadi Rp 2 miliar,” terangnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ada sebanyak 32 juta wajib pajak terdaftar. Dari angka tersebut, sebanyak 11,5 juta wajib pajak yang melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh).

“Itu (wajib pajak) seperti sawah atau lahan yang subur untuk dikerjakan yang merupakan godaan Anda (petugas pajak). Kalau dikasih istana besar, di setiap sudut makanan berlimpah ruah, duan-daun jadi emas, itu namanya godaan sophisticated,” paparnya.

Sumber: liputan6.com


Category: Berita pajak

Tags: , , , ,