DJP: Pajak Google Sudah Masuk ke Kas Negara

Sebuah perusahaan berbasis teknologi berinisial G telah membayar pajak di Indonesia. Indonesia menjadi satu dari empat negara yang bisa memajaki perusahaan tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ken Dwijugeasteadi mengatakan bahwa pajak yang dibayarkan oleh perusahaan tersebut dipastikan sudah masuk ke kas negara. Namun, pihaknya enggan menyebut berapa jumlah nominal yang dibayarkan.

“Itu enggak bisa dikonfirmasi, yang jelas BUT G, kode billing tadi sudah sampai di Indonesia. Dan kalau sudah ada kode billing sudah masuk kas negara,” ujar Ken di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Ken mengungkapkan bahwa pajak yang dibayarkan merupakan tahun pajak 2015. Pembayaran tagihan dilakukan sebanyak 6 kali. Pajak tersebut terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Tahun pajak 2015 terdiri dari pajak PPh dan PPN, 6 billing itu PPh dan PPN,” ujarnya.

Untuk pajak tahun selanjutnya, maka perusahaan G menggunakan metode self assessment yakni wajib pajak akan menghitung, membayar, serta melaporkan pajaknya sendiri.

“Kalau 2016 itu mereka self assesment, SPT saja, mereka akan lakukan sendiri,” katanya.

Indonesia Sukses Pajaki Google

Sebelumnya, DJP mengaku telah berhasil memajaki perusahaan teknologi berinisial G. Indonesia menjadi satu dari empat negara yang bisa memajaki perusahaan tersebut.

Ken mengapresiasi kepada jajaran pegawai pajak yang telah bekerja secara optimal untuk memajaki perusahaan teknologi tersebut. Namun, Ken enggan membuka nama ataupun identitas perusahaan tersebut.

Untuk diketahui, Dirjen Pajak terus memeriksa pajak perusahaan internet asing yang beroperasi di Tanah Air, salah satunya adalah Google. Tunggakan pajak Google ditaksir mencapai sekitar Rp 5 triliun.

“Saya akan mengumumkan dari kinerja Kanwil Khusus dan KPP Badora menyelesaikan tugas dengan baik. Ada perusahaan inisial G telah melunasi pajaknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan di Indonesia,” terangnya.

Ken mengakui untuk saat ini hanya empat negara yang berhasil memajaki perusahaan tersebut, yakni Inggris, Australia, India, dan Indonesia. Ia mengapresiasi jajaran pegawai DJP.

“Salah satu dari empat negara yang bisa memajaki perusahaan G tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut Ken mengatakan  bahwa pajak yang telah dibayarkan perusahaan G adalah pajak tahun 2015. Namun, pihaknya tidak menyebut secara rinci identitas perusahaan dan besaran nilai pajaknya.

“Teknisnya yang dibayarnya PPh dan PPN. Mengenai jumlahnya, enggak bisa menyebutkan karena UU Kerahasiaan Pasal 34,” jelasnya.

Seperti diketahui, Google sempat menunggak pajak kepada pemerintah Indonesia. Namun, Google akhirnya setuju melunasi tunggakan pajaknya sesuai dengan SPT 2016.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga sempat berujar bahwa pihaknya sudah melakukan kesepakatan berdasarkan SPT 2016 dengan Google.

Akan tetapi, Sri enggan mengungkap kesepakatannya secara terperinci. “Karena ini sesuatu yang sifatnya rahasia, kesepakatan ini tidak dapat dilakukan (disebut) satu perusahaan atau Wajib Pajak membayar berapa,” ujarnya.

Sumber: liputan6.com


Category: Berita pajak

Tags: , , ,