Soal Dirjen Pajak Baru, Sri Mulyani: Tunggu Surat Presiden

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pengumuman nama Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak yang baru masih harus menunggu Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara pembahasan Dirjen Pajak sudah dilakukan Tim Penilai Akhir (TPA) sejak Rabu kemarin (29/11/2017).

Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut usai menghadiri pemberian penghargaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Award 2017 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta.‎

“Nanti kalau Presiden sudah mengeluarkan surat, maka akan saya sampaikan (umumkan),” kata Sri Mulyani, Kamis (30/11/2017).

Namun demikian, Sri Mulyani memastikan bahwa proses pemilihan Dirjen Pajak yang baru tetap‎ akan mengikuti aturan perundang-undangan yang sudah ada. Termasuk soal pelaksana tugas (Plt) sementara jika belum ada nama yang diputuskan untuk menggantikan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

“Tetapi tetap mengikuti peraturan perundang-undangan yang ada. Nanti kalau sudah ada keputusan saya sampaikan,” ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asman Abnur selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengatakan dalam rapat TPA yang digelar di Istana kemarin siang yang juga dihadiri dari berbagai macam institusi, mulai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

“Ada beberapa, ada Kemenhan, lumayan banyak, salah satunya dari Kementerian Keuangan, ada pajak, ada badan, ada staf ahli, itu,” ujar Asman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Asman mengungkapkan bahwa saat ini setidaknya ada tiga nama yang masuk dalam daftar calon Dirjen Pajan yang baru. Akan tetapi, Asman tidak bisa menjelaskan secara detail siapa saja nama yang masuk daftar tersebut.‎

“‎Namanya belum. ‎Masing-masing itu 3 nama, masing-masing jabatan itu 3,” tuturnya.

Menurutnya, TPA hari ini belum tentu langsung menetapkan satu nama untuk menggantikan posisi dari Ken Dwijugiasteadi. Apabila nantinya belum ada nama yang dianggap pas menjadi untuk menjadi Dirjen Pajak baru, maka jabatan tersebut sementara akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt).‎

“Tergantung TPA nanti, ada yang diputuskan ada yang enggak. (Dilantik) setelah serah terima jabatan berakhir. (Pengganti sementara) Biasanya Plt,” imbuhnya.

Sumber: liputan6.com


Category: Berita pajak

Tags: , , ,