DIRE Masih Sulit Mencari Investor

Sampai saat ini industri Dana Investasi Real Estate (DIRE) belum bisa berkembang di Indonesia, meski pemerintah sudah memberikan kelonggaran pajak bagi produknya. Hingga kini, baru Ciptadana Assets Management yang memiliki produk DIRE dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ciptadana menjadi perusahaan pertama yang meluncurkan produk DIRE pada 28 November 2012. Solo Grand Mall atau sebuah mall ritel yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah merupakan aset portofolio yang dikelola DIRE Ciptadana.

Irvin Patmadiwiria selaku Direktur Investasi Ciptadana Asset Management mengungkapkan bahwa masalah utama sulitnya industri DIRE berkembang di Tanah Air adalah ketidaktahuan investor terhadap DIRE, termasuk cara transaksinya.

Padahal, transaksi pembelian DIRE sama seperti transaksi pembelian saham. Investor dapat membeli DIRE Ciptadana seharga Rp 10.000 per unit melalui agen penjual dan investor juga bisa menjual kembali unit yang dimilikinya melalui pihak sekuritas.

Kenaikan harga properti yang tidak diikuti oleh kenaikan harga sewa juga menjadi sentimen negatif bagi DIRE. “Yield yang diperoleh menjadi kurang menarik,” ujarnya.

Wawan Hendrayana selaku Research & Investment Analyst Infovesta Utama mengatakan bahwa pemerintah telah memangkas pajak penghasilan (PPh) DIRE menjadi 0,5% sejak 2016. Namun, hal tersebut belum berpengaruh besar terhadap industri DIRE di Indonesia.

Wawan mencontohkan, ketika manajer investasi mencari aset di daerah strategis, kendala utamanya adalah harga yang mahal. Di sisi lain, ketika manajer investasi mendapatkan aset bernilai rendah, mereka kesulitan mendapatkan investor.

“Likuiditas pun jadi terhambat, mengingat DIRE tidak bisa menjadikan tanah kosong sebagai aset portofolionya,” ujar Wawan.

Selain Ciptadana, Bowsprit Asset Management dan PT Ciputra Development Tbk sebenarnya juga berencana meluncurkan produk DIRE. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada kejelasan karena kesulitan mencari aset dan investor. “Sejauh ini baru Ciptadana saja yang diakui punya DIRE,” tegasnya.

Lebih lanjut Wawan menegaskan bahwa DIRE bisa menjadi alternatif bagi perusahaan dana pensiun atau asuransi yang membutuhkan portofolio jangka panjang. Hanya, idealnya perusahaan yang memiliki produk DIRE bisa menawarkan imbal hasil di atas deposito, agar investor tertarik dengan produk tersebut.

“Minimal imbal hasilnya 7% atau 8%, mengingat bunga deposito sekarang di kisaran 5%-6%,” tuturnya.

Sementara, Irvin mengaku optimistis terhadap produk DIRE yang dikelola perusahaannya bisa menguntungkan bagi para investor. Hingga akhir Oktober, DIRE Ciptadana mencetak imbal hasil sebesar 7,31% secara year to date (ytd), dengan dana kelolaan sebesar Rp 587 miliar.

Guna meningkatkan kinerjanya, DIRE Ciptadana berencana menambah aset berupa Mall di Pekanbaru, Riau. Nilai aset tersebut diperkirakan bisa mencapai Rp 900 miliar. “Kami sengaja memilih kawasan daerah agar fungsi mall juga sebagai sarana rekreasi,” tukasnya.

Sumber: Harian Kontan


Category: Berita Bisnis

Tags: , , ,