Dirjen Pajak Baru Harus Satu Visi Tapi Tidak Ketergantungan

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi akan mengakhir masa jabatannya pada akhir bulan ini. Namun, calon Dirjen Pajak yang yang akan menggantikan kedudukan yang dipegang oleh Ken masih dalam teka-teki.

Selama ini banyak nama yang muncul baik dari internal maupun luar Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Akan tetapi nama Robert Pakpahan yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu mencuat secara tiba-tiba dan tidak ada dari daftar nama calon Dirjen Pajak sebelumnya.

Lantas, siapakah sebenarnya yang akan menggantikan kedudukan yang selama ini dipegang oleh Ken?

Yustinus Prastowo selaku Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analys (CITA) mengatakan bahwa siapapun yang nantinya menjadi Dirjen Pajak, tentunya harus memiliki kemampuan dan tujuan yang sama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

“Dirjen Pajak siapapun nantinya sebaiknya satu visi dengan Menkeu tapi tidak enggak tergantung dengan Menkeu. Yang penting leadership kuat, integritas bagus, dan paham enggak perlu belajar lagi,” ujar Yustinus di Manado, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, Dirjen Pajak nantinya harus memiliki kemampuan setidaknya seperti CEO perusahaan yang mampu mengelola perusahannya dengan baik. Namun Yustinus juga menilai nama-nama yang saat ini telah beredar sudah mempunyai syarat yang memumpuni, terlebih saat nama Robert mencuat adalah calon yang cocok.

“Kalau RP (Robert Pakpahan) dipilih dia akan mewakili generasi lama, dia ga jauh dari pak Ken. Ini kan bagus, apa yang disebut talent scouting udah ada dari sekarang sehingga setiap ada suksesi enggak kebingungan,” jelasnya.

Lebih lanjut Yustinus menyatakan  bahwa Robert Pakpahan bukan orang yang berbahaya untuk memimpin, sehingga bisa dibilang akan hampir sama dengan mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution saat menjadi pimpinan.

“Saya kira Pak Robert bukan orang yang harmful. Jadi ya mirip-mirip sama (dengan Darmin),” tuturnya.

Sementara itu, ia menyebut bahwa Dirjen Pajak harus orang yang berpengalaman dan dekat dengan lingkungan Pajak. Hal itu dikarenakan jabatan sebagai Dirjen Pajak tentunya bakal mempunyai tugas yang berat. Maka dari itu, pengalaman sangat dibutuhkan agar tidak perlu belajar dari awal.

“Nah cara berpikir yang jangka panjang ini dibutuhkan. Maka enggak harus setiap kali mengulang-ulang. Enaknya jadi Ditjen Pajak yang baru karena sudah ada tim reformasi. Sudah setengah jadi,” ujarnya.

Sumber : okezone.com


Category: Berita pajak

Tags: , , ,