Menteri Keuangan Kaji Sektor Industri yang Layak Dapat Insentif Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan mengkaji lebih lanjut sektor-sektor industri mana saja yang bisa mendapatkan kebijakan insentif pajak atau tax allowance.

Sebenarnya skema insentif pajak di Tanah Air sudah ada sejak lama, akan tetapi untuk menerapkannya dibutuhkan tahapan yang diawali dengan koordinasi sesama lembaga atau kementerian terkait sebelum diputuskan.

“Di dalam Undang-Undang, PPh (Pajak Penghasilan) kita memang memungkinkan pemerintah untuk memberikan suatu insentif perpajakan untuk berbagai kegiatan yang didefinisikan bisa memberi perkembangan perekonomian secara signifikan,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Senin (27/11/2017) malam.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa koordinasi dalam membahas pemberian insentif pajak biasanya dilakukan pihaknya bersama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) , serta Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Industri yang menerapkan pendidikan vokasi, menjadi salah satu sektor yang dianggap berpotensi untuk menerima kebijakan insentif pajak.

Adapula indikator yang sering digunakan sebagai bahan pertimbangan pemberian insentif pajak, misalnya apakah pendidikan vokasi yang diadakan membuka lapangan kerja dengan nilai investasi tertentu.

Selain itu, perlu dilihat juga bentuk pendidikan vokasi yang diselenggarakan apakah bisa benar-benar mempersiapkan pekerja untuk masuk ke dunia industri.

“Presiden juga sudah menyampaikan vokasi ini penting, vokasi dalam artian betul-betul memberikan investasi di bidang skill dan pendidikan bagi pekerja kita untuk mereka siap masuk ke proses industri atau manufaktur,” tutur Sri Mulyani dalam keterangannya.

Rencana kajian insentif pajak untuk industri yang mendukung pendidikan vokasi sudah ada sejak awal tahun 2017. Saat ini, Indonesia memang sudah menjalankan pendidikan vokasi, namun perlu diarahkan untuk pengembangan dalam rangka memenuhi kebutuhan industri masa kini.

Sumber: kompas.com


Category: Berita pajak

Tags: , ,