Second Window Sukses, Pajak Bisa Capai 97% Target

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118/2016. Revisi PMK ini membuka jendela ampunan bagi yang tidak mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty). Tidak hanya itu, revisi ini juga membuka jendela ampunan bagi peserta tax amnesty yang belum melaporkan seluruh hartanya.

Dalam ampunan pajak baru ini, mereka tidak akan dikenai sanksi dengan syarat dengan jujur mengungkapkan sendiri harta bersih yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) (2015) untuk yang bukan peserta tax amnesty, atau belum diungkapkan dalam Surat Pernyataan Harta (SPH) untuk peserta tax amnesty.

Yustinus Prastowo selaku Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengatakan bahwa dengan adanya jendela ampunan tersebut, penerimaan pajak tahun ini bisa lebih optimistis mendekati target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017 yang sebesar Rp 1.283,57 triliun.

Sebelumnya, Yustinus memprediksi bahwa penerimaan pajak pada tahun 2017 ini bisa finish di 92,44% atau sebesar Rp 1.186,55 triliun dari target dengan dengan menggunakan skenario optimistis. Skenario optimistis itu artinya, penerimaan bulan November harus mencapai Rp 122,72 dan Desember harus mencapai Rp 205,83 triliun.

“Jika berhasil 1,5 bulan ini, karena waktu mepet dan mesti prioritas, apalagi sifatnya himbauan dulu, seharusnya bisa ditargetkan 3% hingga 5%. Jadi, bisa 95% hingga 97%,” ungkap Yustinus.

Namun demikian, perlu digarisbawahi bahwa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam hal ini harus memiliki kesiapan data akurat sehingga ada target yang terukur.

Menurutnya, apabila data akurat cukup banyak dan bisa digunakan untuk tawar-menawar, seharusnya akan ada peningkatan penerimaan karena skemanya tidak perlu lagi diaudit, tetapi cukup membetulkan atau menyampaikan SPT Pajak Penghasilan (PPh) Final.

“Sejauh data akurat dan tak ada dispute, seharusnya bisa segera dilakukan pembetulan/penyampaian SPT. Maka, ini batu uji akurasi data dan kemampuan persuasi/memenangkan opini,” ujarnya.

Namun, jika dengan menggunakan skenario pesimistis, penerimaan pajak akan tercapai 91,77% dari target pada tahun ini atau sebesar Rp 1.177,93 triliun. Maka dari itu, menurutnya, kebijakan ini harus secara masif melibatkan sebanyak mungkin pihak yang bisa dipercaya oleh masyarakat, seperti asosiasi, tokoh, kepala daerah, dan lain-lain.

“Sebenarnya kebijakan ini jika sosialisasi dan kemasannya tepat kan bagus buat mendorong kepatuhan,” ujarnya.

Sumber: pengampunanpajak.com


Category: Berita pajak

Tags: , ,