Ekspor Bijih Logam Hingga Ikan dan Udang Naik pada Oktober 2017

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa ekspor Indonesia pada Oktober 2017 tercatat sebesar 15,09 miliar dollar Amerika Serikat (AS). Capaian tersebut meningkat sebesar 3,62 persen dibandingkan pada September 2017 yang tercatat sebesar 14,59 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan bahwa ekspor nonmigas pada Oktober 2017 mencapai 13,67 miliar dollar AS. Capaian tersebut naik sebesar 4,22 persen dibandingkan September 2017. Ada sejumlah komoditi ekspor yang mencatat peningkatan terbesar pada periode tersebut dibanding bulan sebelumnya.

“Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2017 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Rabu (15/11/2017).

Ekspor bijih, kerak, dan abu logam pada Oktober 2017 tercatat sebesar 467,4 juta dollar AS. Angka tersebut naik sebesar 120,1 juta dollar AS atau sekitar 34,56 persen, dibandingkan pada September 2017 yang sebesar 347,3 juta dollar AS.

Beberapa komoditi lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya diantaranya bahan bakar mineral yang naik menjadi 1,98 miliar dollar AS atau sekitar 4,82 persen. Ekspor alas kaki tercatat naik menjadi 433,3 juta dollar AS atau sekitar 20,27 persen, serta ekspor kendaraan dan bagiannya naik menjadi 627,8 juta dollar AS atau sekitar 9,05 persen.

Di samping itu, ekspor ikan dan udang tercatat naik menjadi 328,5 juta dollar AS atau sekitar 21,46 persen. Suhariyanto mengungkapkan bahwa ekspor ikan dan udang antara lain dilakukan ke AS dan Vietnam.

Adapula, ekspor komoditas yang mengalami penurunan antara lain perhiasan atau permata yang turun menjadi 446,2 juta dollar AS atau sekitar 22,74 persen pada Oktober 2017. Ekspor barang-barang rajutan juga turun menjadi 290,6 juta dollar AS atau sekitar 10 persen.

BPS juga mencatat penurunan ekspor mesin atau peralatan listrik menjadi 732,1 juta dollar AS atau sekitar 3,17 persen. Ekspor alumunium yang turun menjadi 44,6 juta dollar AS atau sekitar 31,13 persen dan ekspor nikel menjadi 47,3 juta dollar AS atau sekitar 23,84 persen.

Negara tujuan ekspor utama Indonesia adalah China, AS, dan Jepang. Ketiga negara tersebut menyumbang kontribusi sebesar 36,74 persen terhadap total ekspor Indonesia.

Sumber: kompas.com


Category: Ekspor Impor

Tags: , , ,