Peserta Pengampunan Pajak Bisa Ajukan Keterangan Bebas PPh di KPP Mana Saja

Batas waktu fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) atas harta yang dideklarasikan dalam program pengampunan pajak atau tax amnesty pada akhir bulan Desember tahun ini membuat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak memberi keleluasaan dalam mengurus hal tersebut.

Salah satu keleluasaan yang diberikan Ditjen Pajak bagi peserta tax amnesty adalah dengan mengurus surat keterangan bebas (SKB) PPh di kantor pelayanan pajak (KPP) mana saja.

“Saya sudah instruksikan kepada seluruh kanwil (kantor wilayah) untuk mengawasi KPP supaya memfasilitasi ini sebaik-baiknya,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di kantor pusat Ditjen Pajak, Rabu (15/11/2017) malam.

“ Jika peserta tax amnesty seharusnya mengurus SKB PPh di KPP Gambir, kini mereka bisa mengurus di KPP mana saja, sebagai contoh di KPP Kebayoran Lama,”  Sri Mulyani mencontohkan.

Selain soal lokasi, peserta tax amnesty juga dijamin kemudahannya ketika meminta SKB PPh, dengan catatan membawa persyaratan formal yang lengkap.

Persyaratan formal yang dimaksud seperti fotokopi Surat Keterangan Pengampunan Pajak, Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang dari PBB (Pajak Bumi Bangunan) tahun terakhir atas nama dari harta tersebut, akta jual beli, dan surat pernyataan kepemilikan harta yang dibaliknamakan dan telah dilegalisir oleh notaris.

Kelengkapan persyaratan formal akan membantu proses balik nama di Badan Pertanahan Nasional (BPN) jadi lebih cepat.

Pihaknya juga berjanji akan menerbitkan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru yang isinya menegaskan tentang kegunaan SKB PPh dan Surat Keterangan Pengampunan Pajak untuk proses balik nama tanah dan bangunan bagi para peserta tax amnesty.

Peraturan baru yang sudah direvisi itu akan keluar paling lambat hari Jumat (17/11/2017) esok.

“Kami minta wajib pajak peserta tax amnesty untuk tidak tunggu sampai akhir tahun. Kami imbau wajib pajak segera mengajukan permohonan untuk memperoleh fasilitas pembebasan PPh,” tuturnya.

Sumber: kompas.com


Category: Berita pajak

Tags: , , ,