Inilah Biaya Penyederhanaan Pelanggan PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus memantapkan wacana penyederhanaan golongan pelanggan. Adapula yang tidak akan masuk dalam program tersebut diantaranya pelanggan golongan 900 volt ampere (VA) subsidi maupun golongan 900 VA rumah tangga mampu atau golongan 900 VA non-subsidi. PLN juga bakal menjamin tidak memaksakan pelanggan untuk menambah daya.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka menyatakan bahwa pelanggan berhak memilih untuk menambah daya atau tidak. Jika pelanggan ingin menambah daya, tentu saja biaya tersebut gratis. Opsi ini sampai Juni 2018. “Jika tidak, pelanggan tetap berada di golongan saat ini,” ujar Made, Selasa (14/11/2017).

Saat ini, PLN tengah fokus menghitung biaya penyederhanaan golongan pelanggan. Made mengungkapkan bahwa PLN akan menanggung seluruh biaya pemasangan miniature circuit breaker (MCB) agar daya listrik pelanggan golongan 1.300 VA bisa menggunakan listrik sampai 5.500 VA.

Harga MCB itu sendiri sekitar Rp 35.000 per unit. Jika ditambah dengan biaya pemasangan, semua biayanya antara Rp 60.000-Rp 65.000 per unit. Sementara total potensi pelanggan yang akan menambah daya diperkirakan sekitar 13 juta-15 juta pelanggan. Maka dari itu, PLN harus merobek kocek hingga Rp 975 miliar.

PLN mendapatkan dana tersebut salah satunya dari tarif listrik dan biaya abonemen yang dibayarkan pelanggan saban bulan. Meski demikian, Made menegaskan bahwa tarif listrik dan biaya abonemen yang akan dibayarkan oleh pelanggan tidak akan mengalami perubahan.

Contohnya, pelanggan 1.300 VA yang akan menambah daya menjadi 4.400 VA, biaya abonemennya akan tetap sama seperti waktu menjadi pelanggan 1.300 VA, yakni sekitar Rp 130.000. “Tarif juga sama, Rp 1.467 per kwh dan sampai akhir tahun tidak naik,” jelasnya.

Dengan asumsi biaya abonemen seluruh pelanggan yang terkena program ini Rp 130.000, PLN mendapatkan dana sekitar Rp 1,95 triliun.

Lebih lanjujt Made menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha membuat tarif agar tetap terjangkau. Bahkan PLN menargetkan bahwa tarif listrik pelanggan rumah tangga non subsidi bisa di bawah Rp 1.000 per kwh.

Menurutnya, program ini mengantisipasi kebutuhan listrik yang lebih besar, seperti mobil listrik dan motor listrik. Maka dari itu, PLN menyiapkan penambahan daya kepada masyarakat mulai sekarang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan juga menyatakan bahwa pelanggan 900 VA non-subsidi bisa memakai daya hingga 1.300 VA. Pemerintah akan menyurvei para pelanggan 900 VA non-subsidi untuk memastikan bisa tidaknya naik kelas ke 1.300 VA. ” Tarifnya, kesepakatan enggak boleh naik. Jadi tetap menggunakan tarif 900 VA,” tegasnya.

Sumber : kontan


Category: Berita ekonomi finansial

Tags: , , ,