Bank Dunia: Indonesia Jadi Negara Tujuan Investasi Unggulan, Sebab

Bank Dunia menilai Indonesia menjadi salah satu negara yang diunggulkan untuk tempat berinvestasi. Sebab investasi di negara berkembang sering dijadikan pilihan para investor. Walaupun ditengah kondisi ekonomi global yang masih belum stabil.

Bank Dunia juga memperkirakan bahwa perekonomian Tanah Air mampu meningkat 5,3 persen di tahun 2018. Rodrigo Chaves selaku Direktur Bank Dunia untuk Indonesia mengatakan bahwa dirinya tetap optimis kepada Indonesia dan yakin bisa melakukan yang lebih baik lagi.

“Meskipun banyak negara berharap dapat tumbuh 5 persen, Indonesia dapat bercita-cita mencapai tingkat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi jika terus berlanjut di jalur reformasi untuk memfasilitasi investasi swasta dan meningkatkan human capital, dua bahan utama yang tidak hanya penting untuk pertumbuhan tetapi juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang baik untuk orang banyak,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg, Rabu (15/11/).

Chaves mengatakan bahwa salah satu yang perlu diperbaiki oleh Indonesia adalah keringanan peraturan yang mengharuskan perusahaan asing menggunakan bahan baku lokal. Peraturan yang lebih sederhana untuk asing dan kepemilikian yang lebih sedikit di beberapa sektor akan mampu menarik lebih banyak dana.

“Bisnis tidak menyukai peraturan yang tidak dapat diprediksi. Kami ingin merekomendasikan peraturan cerdas, yang efisien dan dapat diprediksi,” ujar Chaves.

Menurutnya, daftar investasi negatif yang pernah diperkenalkan memberikan respon yang positif dari investor karena mampu meningkatkan transparansi. “Namun serangkaian revisi yang dilakukan sejak 2010 membuat “kegunaannya telah terusak,” tuturnya.

Bank Dunia juga menilai bahwa Indonesia masih membutuhkan 500 miliar dollar AS selama lima tahun ke depan untuk menutup kesenjangan infrastruktur. Meskipun pendapatan negara meningkat, sektor swasta masih dibutuhkan untuk mendapat dana yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur.

Indonesia mampu melompat 19 peringkat ke 72 dalam indeks kemudahan bisnis. Jumlah investasi asing ke Indonesia juga meningkat 11 persen ke angka 24 miliar dollar AS dalam sembilan bulan pertama tahun 2017. “Tantangan ada terutama yang berkaitan dengan prediktabilitas aturan,” tegasnya.

Sebagai informasi, Presiden RI Joko Widodo telah mengambil langkah untuk mendorong investasi dalam manufaktur dan layanan bernilai tambah yang bisa menghasilkan lebih banyak pekerjaan serta mendapatkan biaya ratusan miliar dolar yang dibutuhkan untuk infrastruktur.

Perekonomian di Tanah Air telah meningkat rata-rata lima persen, lebih rendah dari target yang ditetapkan Presiden yakni 7 persen saat Jokowi mulai menjabat tiga tahun lalu. Menurutnya, Indonesia terbuka pada investor lokal maupun asing. Jokowi juga berusaha meredakan kekhawatiran investor asing mengenai agenda nasionalis.

Sumber: liputan6.com

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita Bisnis

Tags: , , , ,