Go-Jek Belum Resmi Sebagai Agen Pajak

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku belum menetapkan secara resmi Go-Jek sebagai agen atau perpanjangan tangan pajak. Hal itu dikarenakan Go-Jek masih harus lulus dari setiap tahap penilaian oleh Ditjen Pajak, terutama dari sisi keamanan sistem atau aplikasinya.

“Walau Bu Menkeu sudah menyetujui, akan tapi belum karena ada proses yang harus dilalui ole Go-Jek secara teknis. Sistem dan keamanannya seperti apa, kapasitasnya bagaimana, itu harus di assessment,” ujar Iwan Djuniardi selaku Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Ditjen Pajak di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Iwan mengungkapkan bahwa pihaknya akan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kesiapan sistem Go-Jek tersebut pada hari Rabu besok. Maka dengan begitu, Ditjen Pajak belum dapat memastikan kapan Go-Jek dapat melayani masyarakat untuk registrasi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Kami belum bicara soal teknisnya dengan Go-Jek. Rabu depan baru kami bicara. Kalau mereka bisa cepat, kami juga bisa cepat,” ungkap Iwan.

Penilaian terhadap sistem maupun keamanan aplikasi Go-Jek tersebut tentunya harus dilakukan untuk memastikan agar data Wajib Pajak (WP) tidak bocor.

“Kami assessment dulu sistem atau aplikasinya, security-nya, dan semua di enkrip. Walaupun ada aplikasi, kalau cara perpajakan harus di enkrip atau diubah jadi kode-kode. Selanjutnya data masuk ke sistem Ditjen Pajak dan nanti oleh Ditjen Pajak dibuka lagi. Jadi tidak akan ada yang bocor,” jelasnya.

Lebih Iwan mengatakan bahwa Go-Jek mengusulkan menjadi perpanjangan tangan Ditjen Pajak untuk memudahkan masyarakat, termasuk mitranya mendaftar NPWP.

“Untuk tahap pertama, Go-Jek melayani registrasi NPWP dulu, belum pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh). Kalau sudah jadi ASP (Application Service Provide/ASP) baru bisa,” ujarnya.

Iwan menjelaskan bahwa dalam hal ini Go-Jek harus menyediakan aplikasi atau sistem yang dapat melayani masyarakat, termasuk mitranya yang kebanyakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk registrasi NPWP.

“Jadi UMKM yang sebelumnya tidak paham NPWP, takut sama orang pajak, Go-Jek akan menjelaskan dan bisa dengan mudah registrasi NPWP di aplikasi mereka. Tinggal daftar NPWP di aplikasi Go-Jek, ada syaratnya di upload atau datang ke kantor mereka, tinggal diverifikasi Go-Jek,” terangnya.

Sumber : liputan6.com

DOWNLOAD GRATIS:

Ebook Tutorial
e-Faktur Lengkap!

Isi form di bawah ini, ebook akan langsung kami kirim ke alamat email yang Anda gunakan di bawah ini!
KIRIM EBOOK SEKARANG

Category: Berita pajak

Tags: , ,